Ujung Genteng
Ini postingan dalam rangka meramaikan blog setelah hampir 1 1/2 bulan ga ada postingan apa-apa. Mana mana komitmenmu nessa untuk setiap bulan isi blog minimal 1 posting. Dan berlalu lah sudah bulan April tanpa postingan apapun. Lemah deh gw emang. Well, work is been hectic nowadays.. Tak sempat buka tumblr dan merangkai kata untuk bikin postingan.
Enough with the prologue, gw mau cerita dikit soal perjalanan on the spot terakhir ke Ujung Genteng. Waktu tempuh dari Kota Sukabumi ke Ujung Genteng sekitar 5 jam dan jalannya ajrut-ajrutan, jalan bolong segede kolam lele dan bolak-belok tikungan tajam tiap meter bagai naik halilintar. Kalau bukan karena tugas melayani negeri kebanggan bangsa, gw pasti langsung ogah ke Ujung Genteng bolak-balik dalam 1 hari. Gempor woii..
Begitu sampai sih langsung kebayar sama indahnya pemandangan di Ujung Genteng dan sajian lobster gratis suguhan debitur yang onde mande seger dan enak banget. Lupa dah semua sama kolestrol.

perahu nelayan bersandar sore hari
Sungguh deh kalau ada waktu enaknya nginep di Ujung Genteng, bisa berjemur di pinggir pantai pasir putih yang sepi sambil ngayal dan ngupil, bisa ngeliatin penyu yang bertelur di malam hari, bisa mabok kolestrol makanin lobster, bisa trekking di hutan lindung dan bisa jalan-jalan ke mercu suar. Cocok deh buat yang suka berpetualang ke tempat sepi. Menurut desas-desus yang beredar, tempat nginep yang paling populer di Ujung Genteng itu Wisma Hexsa. Yah kalau nyampe sana, tanya aja pasti pada tau. =D

Kece khan pantainya..
Sayang sekali gw cuma sempat sekilas mengecup keindahan Ujung Genteng karena mesti balik lagi ajrut-ajrutan ke Sukabumi.

and sun is coming down..waving goodbye..



















